Jumat, 22 Juli 2011

Membuat Multimedia Pembelajaran dengan Mudah

Membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan tentu dambaan setiap guru, maka salah satu cara untuk mewujudkannya, kita bisa menggunakan multimedia pembelajaran. Kita dapat membuat sendiri media ini dengan bantuan teknologi informasi. Bagaimana caranya ikuti langkah – langkah sebagai berikut
  1. Menentukan tema materi pembelajaran
    Tentukan tema bahan ajar yang di inginkan. Satu hal yang sering dilupakan bahwa tujuan utama kita membuat multimedia pembelajaran adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa. Jangan sampai kita sama persis memindahkan buku ke media digital, karena ini malah mempersulit peserta didik. Buat media pembelajaran yang berisi point-point yang penting dan lebih bagus ditambah materi yang tidak ada di buku. Kemudian jangan terjebak oleh keadaan, semisal ketika guru biologi ingin menggambarkan sebuah jenis tumbuhan supaya bisa dipahami siswa, dan itu sulit ternyata dilakukan (karena guru tidak bisa mengambar di komputer, dsb), maka jangan dilakukan. Alangkah lebih baik apabila pohon tersebut dibawa saja langsung ke depan kelas. Ini salah satu contoh bagaimana media pembelajaran itu sebenarnya tidak harus dengan teknologi informasi.
  2. Memilih jenis multimedia pembelajaran
    Seperti yang kita bahas sebelumnya, jenis multimedia pembelajaran ada dua berdasarkan pengunaannya, yaitu multimedia pembelajaran presentasi dan mandiri.
  3. Menyusun alur cerita (storyboard)
    Susun alur cerita atau storyboard yang memberi gambaran seperti apa materi ajar akan disampaikan. Manfaat storyboard ini adalah mempermudah kita di saat membuat multimedia pembelajaran nanti atau bisa disebut kerangka dasar pembuataan. Buat storyboard ini dengan software yang dikuasai seperti Microsoft word.
  4. Memilih software yang akan digunakan
    Gunakan software yang mudah dulu, seperti Microsoft powerpoint atau OpenOffice.Org Impress. Kembangkan multimedia agar lebih menarik dengan memanfaatkan animasi dan efeknya pada software tersebut.
  5. Gunakan teknik ATM
    Agar multimedia pembelajaran kita lebih menarik sebaiknya terapkan teknik ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Kunjungi situs – situs di internet untuk melihat contoh-contoh yang sudah ada. Hal ini tentu bisa membangkitkan ide.
  6. Evaluasi
    Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran melaui multimedia yang kita buat, tidak salah kita adakan evaluasi. Apabila masih kurang berhasil perbaiki dan kembangkan terus multimedia pembelajaran yang kita buat.

    Kamis, 21 Juli 2011

    Pengantar Multimedia Pembelajaran

    Pendahuluan

    Multimedia pembelajaran adalah suatu perpaduan antara teks, grafik, sound, animasi dan video yang yang dipergunakan sebagai perantara komunikasi dalam kegiatan pembelajaran.

    Jenis Multimedia Pembelajaran
    1. Multimedia Pembelajaran Presentasi. Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Berupa point – point  materi yang disajikan (explicit knowledge) dan bisa saja ditambahi dengan film dan video untuk memperkuat pemahaman siswa. Dapat dikembangkan dengan software presentasi seperti: OpenOffice.Org Impress, Microsoft PowerPoint, dll.
    2. Multimedia Pembelajaran Mandiri. Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri, tanpa bantuan guru. Multimedia pembelajaran mandiri harus dapat memadukan explicit knowledge (pengetahuan tertulis yang ada di buku, artikel, dsb) dan tacit knowledge (pengetahuan tambahan yang tidak terdapat di buku, pengalaman guru, dsb). Tentu karena menggantikan guru, harus ada fitur untuk latihan atau ujian beserta tahapan pemecahan masalahnya. Untuk level yang kompleks dapat menggunakan software semacam Macromedia Authorware , Macromedia Director, Adobe Flash, dll.
    Kelebihan
    1. Sistem pembelajaran lebih inovatif dan interaktif.
    2. Mendorong guru berkreasi dalam mencari terobosan pembelajaran.
    3. Mempermudah guru menyampaikan materi pembelajaran.
    4. Menimbulkan minat dan menambah motivasi siswa.
    5. Mampu memvisualisasikan materi yang selama ini sulit untuk disampaikan dibandingkan jika melalui  penjelasan satu arah atau alat peraga konvensional
    6. Memungkinkan pembelajaran mandiri karena sistem penyimpanan yang fleksibel sehingga tidak terbatas waktu dan tempat serta dapat digandakan.
    Kelemahan
    1. Memerlukan alat pendukung yang tidak murah
    2. Memerlukan biaya perawatan
    3. Tidak semua sekolah mampu menyediakan infrastuktur pendukung (komputer, proyekor, dll)
    4. Tidak semua guru bisa memanfaatkan secara efektif dan efisien
    Referensi

    [1] Sihkabuden.1984.Pengantar Media Pendidikan. Malang: Jurusan KTP-FIP IKIP

    [2] Ibrahim. 1981. Media Instruksional. Malang: P2T IKIP Malang

    [3] RomiSatriaWahono, Membuat multimedia pembelajaran

    [4] Yayasan Pengembang Pendidikan dan Telematika Indonesia, Pembelajaran berbasis multimedia

     

    © 2013 SangGuruGaul.Com. All rights resevered. Designed by Templateism

    Back To Top